"Kenapa sih...gak mau sendiri aja ?masa mama mesti ikut"
"Sana main sama temen,jangan sama mama mulu!"
Kalimat diatas sering aku sampaikan pada putri kecilku yang berusia 5,5 tahun.Terdengar biasa saja tapi sebenarnya adalah kalimat yang tidak mengandung empati.Saat sedang mengucapkannya tentu aku tidak menyadarinya.Yang aku rasakan adalah kekesalan kenapa anakku terlihat begitu manja dan susah bergaul.
Saat jam istirahat di Tk,aku berharap dia akan bersuka cita bersama teman- temannya.Bermain perosotan atau ayunan.Bukan bergelayut manja di pangkuan ku.Sebenarnya banyak teman-temannya yang mengajak bermain,tapi entah kenapa dia kadang tidak bersemangat.
Saat baru masuk Tk,selama seminggu aku menungguinya di kelas.Setiap aku akan beranjak pergi,air matanya berlinang.Sampai emosi ku kadang naik dan ingin membentaknya.
Sempat aku mengeluhkan sikap anakku pada saudara.Dan jawabannya "gak jauh lah sama ibunya".What? Benarkah aku seperti itu?
Karena ingin mengetahuinya lebih jelas apa penyebab sikap anakku itu,akupun kembali menyelami diri,memutar waktu,mengingat kenangan wkkk..
Baiklah,yang aku ingat,saat kecil seusianya aku punya teman- teman karib dan sepertinya cukup mandiri.Tapi memang aku kadang merasa tidak nyaman dengan lingkungan baru,bahkan kadang minder.Sebenarnya aku sangat pemalu😂😂..dan pantaslah anakku seperti copy paste ku.
Hal lainnya yang menyebabkan anakku susah bergaul,karena aku ibunyapun susah bergaul😄.Ya ngaku deh...aku memang tipe-tipe yang butuh waktu untuk bisa dekat dengan orang .Dan ini menurun!!.Anakku tidak mudah aktab dengan anak-anak lain jika baru bertemu sebentar.Dia butuh berinteraksi agak lama sampai merasa nyaman.Apalagi pada laki-laki,lebih lama prosesnya.Ada keponakan suami yang tinggal lama di rumah tapi anakku tetap merasa malu😉😂.
Setelah menganalisa diriku sendiri, kini aku berusaha lebih berempati pada anakku.Karena aku tahu,butuh perjuangan untuk bisa nyaman dengan orang-orang baru.
Sejak kecil,anakku memang sudah menunjukkan bakat susah bergaul.Saat usianya sekitar 5 bulan,dia susah sekali diajak orang lain.Bahkan oleh om dan tanteku yang tinggal serumah.Semakin bertambah usianya ternyata tak kunjung juga membawa perubahan dalam hal sosialisasi.Setiap aku kedatangan tamu,aku hanya berdiam di kamar menemani anakku yang tidak mau ditinggal-tinggal juga tidak mau diajak keluar.Kadang aku bingung dan sedih kenapa dia bisa begitu.
Ada keuntungan saat anak tidak mudah diajak orang lain,misalnya anak jadi tidak jauh-jauh dibawa pergi atau misal tidak mudah diculik.Susahnya,aku seperti tidak bisa berkutik harus selalu menemaninya.
Kini,aku harus membenahi cara pengasuhannku terutama dalam menumbuhkan fitrah sosialnya. Aku mengakui bahwa selama ini kurang maksimal dalam menumbuhkan fitrah ini,karena sebenarnya akupun sedang berjuang untuk bisa menumbuhkan fitrah sosial ku sendiri.Semoga kedepannya aku dan anakku bisa tumbuh bersama menjadi pribadi yang lebih nyaman ketika bersosialisasi.
Apapun keadannya,aku selalu yakin bahwa anakku punya fitrah yang hebat,yang telah Allah instal kedalam dirinya,hanya kami orang tuanya yang harus terua belajar untuk memantaskan diri sebagai orangtuan yang layak mendampingi anak - anak hebat.
Love you always..my daughter😍😍
Tidak ada komentar:
Posting Komentar