Coretan Suci Resti
Goresan kata berjuta rasa
Kamis, 21 November 2019
Bengkel diri,jalan pembuka perbaikan diri
Jumat, 09 November 2018
Menemani Mengaji
Sebulan terakhir aku mulai memiliki kesibukan baru.What? Menemani Mengaji.Bukan mengajari mengaji ya😄😄.Ini beneran mengantar anak ke mushola dan aku duduk di dekat anak-anak yang sedang mengaji.
Ngapain disitu?
Mejeng?..😄
Enggak ya ...aku sebenarnya pengin ninggalin anakku bersama teman-temannya.Tapi doi belum mau.Memang hanya ada 2 anak yang dia kenal disini sisanya,ada yang sering lihat tapi tidak akrab,ada juga yang memang baru pertama kenal.Jadilah aku ikut menyimak pak ustadz mengajar mengaji.
Kenapa gak diajarin sendiri aja sih ngajinya?
Mamanya ngapain aja?
Ok..ok..
Asli ini ya,aku sih tetep ngajarin anakku ngaji..karena memang berharap bahwa akulah yang pertama memperkenalkan huruf-huruf Al quran padanya.Biar pahalanya terus mengalir sampai di alam kubur.Tapi memang akhir-akhir ini anakku kurang tertarik kalau aku mengajaknya membaca iqro.PR banget buat aku untuk mencari cara yang lebih menarik.
Sebelum ikut mengaji di mushola,aku biasanya membuat dan mewarnai huruf-huruf hijaiyyah itu dan membuat cerita tentang huruf tersebut.
Cara ini cukup bisa menarik perhatiannya.Harapannya dengan cara ini anak jadi lebih mudah menghafal dan tidak merasa sedang belajar karena dikakukan sambil bermain.
Pernah juga aku membuat kartu-kartu hijaiyyah .Maksudnya untuk tebak-tebakan huruf.Ternyata anakku justru lebih tertarik untuk menjadikan kartu itu seperti orang yang bisa saling bicara.Setiap kartu diberi nama sesuai dengan huruf hijaiyyah yang tertulis.
Jadilah huruf Ka diimajinasikan sedang bermain dengan Ha atau Alif dan dengan huruf-huruf lainnya.
Begitulah upaya-upaya yang aku lakukan untuk membuatnya tertarik membaca Iqro.Membuat anak bisa mungkin mudah tapi membuatnya merasa suka butuh kesabaran.
Kenapa anak akhirnya ikut mengaji di mushola?
Awalnya,anakku memang tidak mau jika diajak ke mushola.Faktor susah bergaul menjadi salah satu faktor yang membuatnya tidak mau belajar disana.Kalau tidak ada yang akrab ,dia merasa malu dan tidak nyaman.Aku tidak memaksanya.
Sejak masuk Tk,anakku sudah sedikit demi sedikit bersosialisasi.Salah seorang wali murid sering merayu anakku untuk ikut mengaji dengan anaknya. Anakku lumayan akrab dengan anaknya,kami sering pulang bersama.Apakah anak langsung mau? Tidak.Butuh waktu sampai dia berkata"Ma,nanti aku mau ngaji di Mushola".
Dan sekarang aku masih disini menemaninya.😂
Rabu, 31 Oktober 2018
Dia Copy Paste Ku
"Kenapa sih...gak mau sendiri aja ?masa mama mesti ikut"
"Sana main sama temen,jangan sama mama mulu!"
Kalimat diatas sering aku sampaikan pada putri kecilku yang berusia 5,5 tahun.Terdengar biasa saja tapi sebenarnya adalah kalimat yang tidak mengandung empati.Saat sedang mengucapkannya tentu aku tidak menyadarinya.Yang aku rasakan adalah kekesalan kenapa anakku terlihat begitu manja dan susah bergaul.
Saat jam istirahat di Tk,aku berharap dia akan bersuka cita bersama teman- temannya.Bermain perosotan atau ayunan.Bukan bergelayut manja di pangkuan ku.Sebenarnya banyak teman-temannya yang mengajak bermain,tapi entah kenapa dia kadang tidak bersemangat.
Saat baru masuk Tk,selama seminggu aku menungguinya di kelas.Setiap aku akan beranjak pergi,air matanya berlinang.Sampai emosi ku kadang naik dan ingin membentaknya.
Sempat aku mengeluhkan sikap anakku pada saudara.Dan jawabannya "gak jauh lah sama ibunya".What? Benarkah aku seperti itu?
Karena ingin mengetahuinya lebih jelas apa penyebab sikap anakku itu,akupun kembali menyelami diri,memutar waktu,mengingat kenangan wkkk..
Baiklah,yang aku ingat,saat kecil seusianya aku punya teman- teman karib dan sepertinya cukup mandiri.Tapi memang aku kadang merasa tidak nyaman dengan lingkungan baru,bahkan kadang minder.Sebenarnya aku sangat pemalu😂😂..dan pantaslah anakku seperti copy paste ku.
Hal lainnya yang menyebabkan anakku susah bergaul,karena aku ibunyapun susah bergaul😄.Ya ngaku deh...aku memang tipe-tipe yang butuh waktu untuk bisa dekat dengan orang .Dan ini menurun!!.Anakku tidak mudah aktab dengan anak-anak lain jika baru bertemu sebentar.Dia butuh berinteraksi agak lama sampai merasa nyaman.Apalagi pada laki-laki,lebih lama prosesnya.Ada keponakan suami yang tinggal lama di rumah tapi anakku tetap merasa malu😉😂.
Setelah menganalisa diriku sendiri, kini aku berusaha lebih berempati pada anakku.Karena aku tahu,butuh perjuangan untuk bisa nyaman dengan orang-orang baru.
Sejak kecil,anakku memang sudah menunjukkan bakat susah bergaul.Saat usianya sekitar 5 bulan,dia susah sekali diajak orang lain.Bahkan oleh om dan tanteku yang tinggal serumah.Semakin bertambah usianya ternyata tak kunjung juga membawa perubahan dalam hal sosialisasi.Setiap aku kedatangan tamu,aku hanya berdiam di kamar menemani anakku yang tidak mau ditinggal-tinggal juga tidak mau diajak keluar.Kadang aku bingung dan sedih kenapa dia bisa begitu.
Ada keuntungan saat anak tidak mudah diajak orang lain,misalnya anak jadi tidak jauh-jauh dibawa pergi atau misal tidak mudah diculik.Susahnya,aku seperti tidak bisa berkutik harus selalu menemaninya.
Kini,aku harus membenahi cara pengasuhannku terutama dalam menumbuhkan fitrah sosialnya. Aku mengakui bahwa selama ini kurang maksimal dalam menumbuhkan fitrah ini,karena sebenarnya akupun sedang berjuang untuk bisa menumbuhkan fitrah sosial ku sendiri.Semoga kedepannya aku dan anakku bisa tumbuh bersama menjadi pribadi yang lebih nyaman ketika bersosialisasi.
Apapun keadannya,aku selalu yakin bahwa anakku punya fitrah yang hebat,yang telah Allah instal kedalam dirinya,hanya kami orang tuanya yang harus terua belajar untuk memantaskan diri sebagai orangtuan yang layak mendampingi anak - anak hebat.
Love you always..my daughter😍😍
Sabtu, 13 Oktober 2018
My New Blog
Sekitar tahun 2012 an sebenarnya aku pernah membuat akun multiply.Beberapa tulisan pernah kubuat,tapi sejak berhenti bekerja dan menikah,aku tak pernah membuka lagi akun tersebut.Akhirnya lupa pula sekarang nama akun dan paswordnya😄.
Tiga bulan terakhir,aku ikut komunitas Ibu Profesioanal.Disana aku dibimbing untuk lebih mengenali diri.Mulai dari memilih satu jurusan ilmu yang ingin dipelajari,menentukan tujuah hidup,sampai membuat konsep be -do-have.
Konsep be do have yang aku buat ternyata membuat ibu fasilitator memilih ku untuk mengikuti pertukaran kelas. Kelas ku jakarta 4 dan aku kebagian berkunjung ke kelas bogor.Disana kami melakukan tanya jawab seputar konsep be do have yang aku buat.Nah aku memiliki keinginan untuk berbagi ilmu melalui tulisan atau langsung.Salah satu peserta menanyakan apakah punya blog? Tetew...ternyata aku bahkan belum punya blog😂😂.
Baiklah,,setelah merenung (lebay.com).Akhirnya aku memutuskan untuk membuat blog.Nah kan...ternyata memang kita harus memberitahukan mimpi-mimpi kita pada orang lain.Karena orang lain yang akan selalu mempertanyakan apa langkah kita untuk mewujudkan mimpi.Semoga kedepannya blog ini berisi tulisan yang bermanfaat,khususnya tentang parenting.